Apa Itu GERD Anxiety dan Bagaimana Rasanya Menderita GERD Anxiety atau Cemas Berlebihan

By Mayawa Gi - Friday, September 13, 2019



Assalamualaikum, Sobat MG.
Salam kenal, saya Maya. Saya bukan dokter, bukan psikolog, bukan juga ahli terapi dan semacamnya. Saya adalah orang yang beberapa tahun ini banyak baca dan mempelajari tentang masalah lambung, GERD dan Anxiety atau gangguan cemas berlebihan. Karena, saya menderita penyakit tersebut. Saya ingin berbagi, semoga tulisan ini bermanfaat.

Pengertian GERD Anxiety

Sebelumnya, mungkin ada yang belum tahu apa itu GERD Anxiety. Sebenarnya ini 2 penyakit yang berbeda, tapi saling berkaitan. Klo sakit maag, pasti Sobat MG udah tau ya? Betul, klo makan kita ga teratur, sering telat makan, atau terlalu banyak makan-makanan yang memicu asam lambung kayak terlalu pedas dan masam, lambung kita bisa sakit. Lama kelamaan, masalah asam lambung ini bisa semakin parah. Salah satunya adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Namanya GERD atau (aduh namanya susah nyontek dulu) GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE. Penyebab dan gejala dari GERD ini akan saya bahas di artikel selanjutnya yaa. Makanya subscribe dulu biar ga ketinggalan. Duh, malah promo J

Nah, sedangkan anxiety disorder artinya cemas, cemas berlebihan. Cemas yang cemas banget. Banget banget. Menurut penelitian yang saya baca, cemas, stress, panik, ini bisa memicu atau memperburuk naiknya asam lambung tadi. Selain itu, GERD ini juga bisa memicu cemas berlebihan. Nah loh, jadinya kayak lingkaran kan. GERD ringan bikin anxiety ringan, anxiety ringan bikin GERD makin parah. GERD yang parah bikin anxiety tambah parah lagi. Gitu aja terus kayak bola salju yang makin besar.

Pengalaman Menderita GERD Anxiety

So, gimana rasanya menderita GERD Anxiety ini? (tarik napas dulu). Saya termasuk orang yang bisa tahan sakit. Disuntik, diinfus, ditindakan medis lain yang katanya sakit, InshaAllah saya bisa tahan. Sakit maag juga dari dulu, dari masih sekolah. Sering telat makan, bahkan enggak makan sampai lemes gemeteran, klo orang Betawi bilang “kerantih”. Kelaparan sampai lemes, gemeteran, keringat dingin. Perut sakit melilit dan klo kambuh itu, ga sembuh dalam 2-3 hari. Walaupun udah rutin minum obat maag, makan teratur, paling enggak butuh seminggu baru bisa baikan lagi.

Itu sakit maag ya, istilah medisnya gastritis. Sakit lambung yang biasa dialami banyak orang, terus disepelekan, diabaikan tanpa pengobatan serius. Bertaun-tahun, sembuh kambuh sembuh kambuh, pada suatu ketika, tiga tahun lalu kena-lah saya yang namanya GERD anxiety.

Awalnya ga tau kan ini sakit apa. Pada suatu momentum, dalam kondisi kesehatan yang buruk, saya minum kopi setelah minum sirup obat batuk. Dalam beberapa menit pandangan gelap, gemeteran hebat. Terus diopname di rumah sakit. Setelah itu, yang saya rasakan itu deg-degan, cemas, takut banget. Bisa dibilang paranoid. Takut sama apa? Saya juga enggak tau saya takut sama apa. Apa aja bikin saya takut.

Contoh, suami saya pulang kerja rambutnya dicukur gundul. Saya melihat kepalanya botak itu takut banget. Kayak terbayang kepala itu penuh luka kecelakaan. Lihat hujan deras takut. Pergi ke pasar takut. Macet di jalan takut. Udah, saya ga berani naik mobil. Karena dalam bayangan saya, mobil itu stuck ga bisa kemana-mana saat terjebak macet. Saya pikir klo saya tiba-tiba serangan jantung dan harus ke UGD, gimana caranya klo pas macet begitu? Naik motor masih berani karena masih bisa nyalip-nyalip di pinggir, itu pun boceng ya, bukan mengendarai sendiri. Tapi mengendarai motor sendiri sama sekali ga berani.

Dulunya, saya biasa kemana-mana sendiri. Ke luar kota sendiri juga berani. Setelah menderita GERD anxiety ini, ke mall di dalam kota aja saya takut. Klo anxiety datang itu, yang saya rasakan adalah jantung berdebar-debar keras. Kenceng banget sampe saya merasa bisa dengar debarannya. Terus kayak ini semua tubuh tuh goyang, ikut debaran jantung. Lets say gemeteran lah ya. Lutut kaki langsung lemas. Lemas aja gitu. Telinga berdenging, mata berkabut. Pada kasus terakhir, kepala saya pusing dan sampai muntah. Pernah sampai 2 minggu-an muntah setiap menit. Bener-bener ga berhenti. Mata melek, muntah. Mata melek, muntah. Jadi mulai membaik setelah minum obat tidur.
Itu dari pikiran kita sendiri, kenapa ga dikendalikan. Banyak yang bilang begitu.

Tidak semudah itu, Maria Mercedez. Iya memang sulit, butuh perjuangan. Tapi selalu ada harapan. Chanel ini saya bangun untuk membantu Sobat MG semua, sama-sama kita bisa sembuh dan hidup sehat bahagia.

Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk mengatasi anxiety, cemas berlebihan, dan serangan panik yang datang tiba-tiba. Saya juga berusaha untuk mengatur pola makan yang sehat. Semuanya cukup efektif membantu saya sembuh dari penyakit ini. Apa saja caranya, apa saja ramuan herbal yang saya konsumsi, dan apa nasehat dari psikiater dan psikolog yang saya kunjungi? Nanti akan saya bagikan tipsnya secara bertahap melalui video di chanel youtube Mayawa Gi dan blog www.mayawagi.com.

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali DIA juga menurunkan penawarnya”. Terimakasih untuk Sobat MG yang sudah menonton video ini sampai selesai. Jika bermanfaat, dukung Maya dengan like, share, dan subscribe chanel ini. Kalian juga bisa ajukan pertanyaan lewat kolom komentar. Nanti akan saya jawab di video Q&A.

Semoga saya, kamu, dan keluarga serta teman-teman kita semua selalu sehat dan bahagia.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar