Selimut Polusi Membuat Bumi Semakin Panas dan Menyebabkan Perubahan Iklim, Masa Kita Cuma Diam?

By Mayawa Gi - Oktober 16, 2022

 

Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim
Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim (Pict. Pixabay)

Tahukah kamu? Selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim. Selimut polusi merupakan akumulasi polusi yang berkumpul di udara sehingga menyelimuti bumi. Dampaknya enggak main-main, lo.

Fenomena perubahan iklim yang disebabkan oleh semakin tebalnya selimut polusi bukan hanya berdampak pada meningkatnya suhu bumi, melainkan juga berdampak negatif pada perubahan alam dan kehidupan manusia. Masa kita cuma diam melihat kerusakan?

Dirangkum dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berikut berbagai dampak selimut polusi dan fenomena perubahan iklim serta kontribusi yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim

Selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim, ini bukan perkara sepele. Dampak negatifnyanya bisa memengaruhi alam dan kehidupan manusia. Berikut diantaranya:

1. Cuaca Ekstrim dan Krisis Pangan

Global warming atau pemanasan global akibat dari efek rumah kaca menyebabkan suhu bumi semakin panas. Kekeringan akan banyak terjadi, terutama di daerah-daerah tropis dengan curah cahaya matahari tinggi.

Kekeringan akan menyebabkan gagal panen dan krisis pangan. Pemanasan global memicu perubahan iklim juga berdampak pada peningkatan penyakit tanaman dan serangan hama. Hal ini dialami petani sayur di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Cuaca ekstrim juga menyebabkan curah hujan tidak dapat diprediksi. Sebagai contoh kasus petani kopi di Bengkulu yang gagal panen akibat intensitas hujan yang terlalu tinggi sehingga menggugurkan bunga kopi.

Selain sektor pertanian, sektor perikanan juga mengalami dampak perubahan iklim. Cuaca yang tidak menentu membuat nelayan kesulitan untuk memprediksi kapan harus melaut. Sehingga hasil yang didapat tidak mengalami penurunan.

2. Mencairnya Es di Arktik dan Hilangnya Gletser di Puncak Jaya

Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim

Dilansir dari BBC, dampak negatif pemanasan global akan terjadi saat peningkatan suhu mencapai 1,1 derajat celcius. Profesor Richard Tol dari Sussex University memperkirakan kondisi tersebut akan segera terjadi.

Peningkatan suhu bumi akan menyebabkan mencairnya lapisan es di Arktik. Salah satu dampak yang sudah terjadi adalah hilangnya es di puncak Jaya. Mengutip National Geographic, pada Tahun 1998 terdapat lima gletser di puncak Jaya, namun saat ini hanya tinggal tiga gletser. Dua gletser di puncak Jaya telah mencair akibat pemanasan global.

3. Meningkatkan Risiko Kesehatan

Mengutip CNN Indonesia, dampak selimut polusi dan perubahan iklim lainnya adalah meningkatnya risiko kesehatan. Cuaca yang sangat ekstrim dapat memicu perubahan perilaku, fisik, dan mental manusia.

Berbagai virus penyakit juga bisa bermutasi lebih cepat sehingga risiko terkena penyakit akan meningkat. Contohnya adalah penyakit kulit, alergi, gangguan pernapasan, serta risiko penyakit jantung.

Solusi Mengurangi Dampak Selimut Polusi dan Perubahan Iklim

Berbagai polusi yang menyebabkan perubahan iklim antara lain limbah pabrik, asap kendaraan, sampah plastik, dan penggunaan alat elektronik yang tidak ramah lingkungan. Tanpa disadari kita semua telah turut andil menambah ketebalan selimut polusi di atmosfer bumi.

Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim (Pict. Pixabay)
Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim (Pict. Pixabay)

Kondisi ini diperparah dengan rusaknya hutan. Padahal hutan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi selimut polusi dan perubahan iklim. Tidak berlebihan jika ada ungkapan bahwa hutan merupakan paru-paru dunia.

Saling menyalahkan bukanlah solusi. Sebaiknya kita bersama-sama berkolaborasi guna mengatasi perubahan iklim. Mari mulai dari hal-hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari, misalnya mengurangi penggunaan kantong plastik, memilah sampah, menggunakan moda transportasi umum, menanam pohon, serta hemat energi listrik.

Dampak Selimut Polusi dan Fenomena Perubahan Iklim (Pict. Pixabay)

Sudah jelas, selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim. Maka perlu adanya regulasi yang jelas dan tegas untuk menjaga lingkungan. Jika saya memiliki kesempatan untuk membuat kebijakan demi mengurangi #SelimutPolusi dan mengatasi perubahan iklim, saya akan terapkan kebijakan setiap rumah harus memiliki taman. Jika tidak bisa menanam pohon besar karena lahan yang terbatas, bisa juga membuat taman vertikal atau membuat taman di rooftop.

Taman terbuka hijau juga perlu ditambah lagi, bukan hanya di setiap kota tetapi juga di setiap kecamatan sampai kelurahan. Sehingga polusi bisa dikurangi karena dapat diurai secara alami oleh pepohonan. Perlu dilakukan edukasi menyeluruh khususnya pada #MudaMudiBumi #TeamUpForImpact semua dilakukan #UntukmuBumiku


  • Share:
  • facebook

You Might Also Like

0 comments